Nalar Islam Politik; Tinjauan Geneologis Historis
Prolog Idealisme dan realitas seringkali tak menampilkan wajah yang sama. Islam cita-cita mewangi dan mengandung nilai etis yang agung, sementara Islam sejarah—sebagai manifestasi realita sesungguhnya— terkadang membuat kita terdiam, tercengang, tak percaya. Islam yang memiliki adagium abadi sebagai agama “rahmatan lil ‘alamîn” cenderung digeret ke area kepentingan pribadi, golongan dan kelompok tertentu. Politisasi agama, kalau boleh kita sebut, menjadi lembaran hitam sejarah yang seharusnya diamati secara sadar sehingga tak memberi ruang bagi generasi Islam masa kini untuk mengulangi kesalahan yang sama. Islam sejarah hanya sebagian dari fakta sejarah yang tak mungkin diabaikan, ia serupa saksi bisu peristiwa-peristiwa penting yang—sengaja maupun tidak— dilupakan oleh sebagian historian muslim karena suatu alasan, dan dicatat secara detail oleh yang lainnya. Sosio-politik, kultur dan psikologi historian tatkala menulis perlu dijadikan pijakan untuk menelisik lebih jauh menge...