Posts

PPKM Darurat, Juga Darurat Tenaga Medis

Image
  Oleh Fathurohman, M.Si (Peneliti PSKKN Universitas Indonesia)  Pemerintah akhirnya menarik rem darurat untuk mengendalikan laju COVID-19 yang mengganas. Sejumlah kota/kabupaten di pulau Jawa dan Bali diperintahkan untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai hari ini 3-20 Juli 2021. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Bapak Luhut Binsar Pandjaitan yang mengomandoi pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali memaparkan isi aturan terbaru tersebut antara lain pembatalan sekolah tatap muka, pemberlakuan 75% work from home (WFH) di zona merah dan zona oranye, pembatasan jam operasional pasar dan mall hanya sampai jam 17.00, dan penutupan kembali tempat wisata dan rumah ibadah di zona merah dan oranye.   Alasan pemerintah memberlakukan PPKM Darurat tiada lain hanya ingin menekan dan mengendalikan laju covid yang semakin hari semakin menggila, bahkan per tangga...

Pembangunan Berbasis Waterfront dan Transformasi Konflik di Bantaran Sungai: sebuah pemikiran awal

Image
Fenomena konflik hampir tidak pernah lepas dari ruang kehidupan manusia, baik konflik pribadi, antar golongan, dan antar individu. Konflik tersebut bila dibawa dalam ranah untuk kepentingan bersama maka akan melahirkan sebuah transformasi dan rekonsiliasi seperti tidak ada konflik dan selalu terbawa kedalam suasana damai. Indonesia secara skup nasional merupakan negara yang tidak pernah luput dari intaian konflik, dalam pemerintahan antara oposisi dan koalisi, pimpinan dengan rakyat baik pemimpin tersebut berdalih untuk kepentingan bersama atau tidak,tetapi dibalik itu semuanya seakan ada pihak ketiga yang ingin memancing konflik tersebut meluas. Untuk mendamaikan konflik tersebut tentunya pemerintah sendiri melakukan upaya rekonsiliasi berasaskan musyawarah, melihat permasalahan secara objektif dan menimbang dengan kepentingan bersama, apabila hal ini tidak menghasilkan maka perlu dibawa ke ranah pengadilan. Dalam paper ini saya ingin melakukan sebuah kritikan terhadap...

Pro Kontra Ujian Nasional dan Tiga Model Evaluasi

Image
sumber dok. /rencanamu.id Belajar merupakan proses perubahan perilaku seseorang dari tidak tahu menjadi tahu. Artinya bahwa pembelajaran memberikan pembekalan, baik itu berupa hardskill maupun softskill kepada mereka yang belajar. Hal ini diperjelas lagi oleh pendapat Winkel (2009) bahwa belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan yang relatif konstan dan berbekas. Dalam proses belajar tentu harus dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana dampak dari internalisasi ilmu pengetahuan yang diperoleh dari hasil interaksi dengan lingkungan sekitar dan lingkungan sekolah. Tahap ini yang kita kenal dengan ujian sekolah yang selama ini mengalami dinamisasi perubahan pola evaluasi, namun terakhir ini yang ditetapkan oleh pemerintah adalah pola Ujian Nasional (UN) baik menggunakan UNBK atau tertulis. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 66 bentuk penilaian y...

Restrukturisasi Fungsi DPD RI dan Amandemen ke V UUD 1945

Image
Sejak Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terbentuk, lembaga negara ini senantiasa menjadi bahan perbincangan publik antara yang pro dan kontra. Perbincangan tersebut hanya terkait pembubaran dan penguatan karena dianggap minimnya peran dan fungsi yang diembannya. Sebenarnya isu wacana pembubaran DPD sudah lama dibicarakan lantaran fungsi yang tidak maksimal tersebut dan kembali mencuat pasca penangkapan Ketua DPD RI Irman Gusman karena kasus suap terkait pengurusan kuota gula impor di Sumatera Barat. Bahkan Partai Kebangkitan Bangsa melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Februari 2016 merekomendasikan agar DPD dibubarkan melalui amendemen UUD 1945, karena keberadaannya dinilai sangat terbatas dan tidak banyak berfungsi. Menurut Abdul Kadir Karding, Sekretaris Jenderal PKB menilai keberadaan DPD saat ini hanya menjadi "aksesoris" demokrasi. Peran DPD di Parlemen, hanya diikutsertakan dalam membahas Rancangan Undang-Undang yang berkaitan dengan daerah namun belum ...

Agus Yudhoyono, Antara Ken Arok dan Soeharto Menjadi Mesin Kejut Publik

Image
Masih ingatkah dengan cerita Ken Arok, seorang pengawal Raja Tunggul Ametung (istilah sekarang paspampres), lalu tak disangka menjadi seorang raja setelah "menikung" raja karena alasan mencintai sang permaisuri Ken Dedes. Alkisah, Ken Arok dengan siasat dan strateginya, memimjamkan keris empu gandring pada kawannya Kebo Ijo dengan dalih keris itu manjadi kepemilikan kebo Ijo, dengan senang Kebo Ijo memamerkan kepada khalayak umum. Malam-malam Ken Arok mencuri kembali keris yang berada di tangan kawannya itu, lalu digunakan untuk menikam sang raja.  Ken Dedes, istri raja mengetahui kejadian itu tapi ia bungkam karena ia menaruh hati juga kepada Ken Arok yang gagah dan pemberani itu, lagipula ia sebenarnya tidak suka sama suaminya karena ia dipaksa menikah dengan suami, Raja Tunggal Ametung. Lalu Ken Arok menuduh Kebo Ijo sebagai pembunuh raja karena keris yang berada di tubuh raja adalah keris kebo Ijo dan menghukuminya dengan hukuman mati. Akhirnya, Ken Arok didaulat m...

Ingat Masa Jadi Komandan, Agus Lakukan Ini Dengan Pendukungnya

Image
Hujan yang mengguyur bumi Jakarta tak menyurutkan warga Jakarta Utara untuk menbanjiri Stadion Tugu menghadiri relawan yang menyumbangkan aspirasi  dukungan untuk mas Agus. Seakan tak takut sama air mereka bergembira menyambut kedatangan mas Agus dikawal seperti menyambut Jenderal yang berjasa pada negeri, begitu histerisnya. Fenomena hujan adalah hambatan bagi orang yang biasa duduk menjajakan dagangannya, menjadi alasan bagi anak SMP untuk tidak pergi sekolah, atau kadang menjadi alasan uzur bagi orang yang hendak pergi sholat Jumat. Tapi, tidak bagi pendukung setia mas Agus-Sylvi, mereka para pendukung rela hujan-hujanan, rela menderita bila sakit akibat kehujanan, atau rela dimarahin Emmaknya bajunya dikotorin. Mereka para pendukung yang terdiri dari Jaringan Santri Progresif, aliansi pelajar dan santri yang peduli pendidikan dan terus bergerak untuk kemajuan ummat. Relawan Pancasila, yang terdiri dari kaula muda yang serius mempertahankan pancasila sebagai ideologi bangs...

Hapus Mental Block-Mu, Jadilah Bermental Blog Bersama KOPI

Image
Foto bersama Humas kementerian Pariwisata, Bpk. M. Iqbal dan kawan blogger "Saya sudah berkali-kali menghadiri seminar ataupun workshop kejurnalistikan, tapi kenapa susah banget nulis. Terus mencoba memulai nulis tapi ideku gak muncul-muncul, susah mulainya dari mana, ngak nemu judul yang pas, ngeblenk atau ngeheng lah". Itulah fenomena yang aku alami sampai saat ini. Fenomena seperti ini adalah mental block, yaitu kondisi mental yang menghalangi atau membatasi diri ini untuk bergerak dan memulai melakukan aktifitas menulis. Menurut Wawan E. Koswandoro, Founder The Miracle Ways, mental blocks adalah hambatan secara mental atau psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari kekeliruan dalam pergaulan yang merasa kurang percaya diri atau masih malu-malu dan masih bersifat regresif. Nah, artinya dalam hal menulis mental block yang menyebabkan kita susah untuk mulai menulis dan sulit menekuni bidang kesusastraan. Kalau sudah begitu cukup sulit...