Posts

Showing posts with the label Artikel

Pembangunan Berbasis Waterfront dan Transformasi Konflik di Bantaran Sungai: sebuah pemikiran awal

Image
Fenomena konflik hampir tidak pernah lepas dari ruang kehidupan manusia, baik konflik pribadi, antar golongan, dan antar individu. Konflik tersebut bila dibawa dalam ranah untuk kepentingan bersama maka akan melahirkan sebuah transformasi dan rekonsiliasi seperti tidak ada konflik dan selalu terbawa kedalam suasana damai. Indonesia secara skup nasional merupakan negara yang tidak pernah luput dari intaian konflik, dalam pemerintahan antara oposisi dan koalisi, pimpinan dengan rakyat baik pemimpin tersebut berdalih untuk kepentingan bersama atau tidak,tetapi dibalik itu semuanya seakan ada pihak ketiga yang ingin memancing konflik tersebut meluas. Untuk mendamaikan konflik tersebut tentunya pemerintah sendiri melakukan upaya rekonsiliasi berasaskan musyawarah, melihat permasalahan secara objektif dan menimbang dengan kepentingan bersama, apabila hal ini tidak menghasilkan maka perlu dibawa ke ranah pengadilan. Dalam paper ini saya ingin melakukan sebuah kritikan terhadap...

Pro Kontra Ujian Nasional dan Tiga Model Evaluasi

Image
sumber dok. /rencanamu.id Belajar merupakan proses perubahan perilaku seseorang dari tidak tahu menjadi tahu. Artinya bahwa pembelajaran memberikan pembekalan, baik itu berupa hardskill maupun softskill kepada mereka yang belajar. Hal ini diperjelas lagi oleh pendapat Winkel (2009) bahwa belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan yang relatif konstan dan berbekas. Dalam proses belajar tentu harus dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana dampak dari internalisasi ilmu pengetahuan yang diperoleh dari hasil interaksi dengan lingkungan sekitar dan lingkungan sekolah. Tahap ini yang kita kenal dengan ujian sekolah yang selama ini mengalami dinamisasi perubahan pola evaluasi, namun terakhir ini yang ditetapkan oleh pemerintah adalah pola Ujian Nasional (UN) baik menggunakan UNBK atau tertulis. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 66 bentuk penilaian y...

Restrukturisasi Fungsi DPD RI dan Amandemen ke V UUD 1945

Image
Sejak Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terbentuk, lembaga negara ini senantiasa menjadi bahan perbincangan publik antara yang pro dan kontra. Perbincangan tersebut hanya terkait pembubaran dan penguatan karena dianggap minimnya peran dan fungsi yang diembannya. Sebenarnya isu wacana pembubaran DPD sudah lama dibicarakan lantaran fungsi yang tidak maksimal tersebut dan kembali mencuat pasca penangkapan Ketua DPD RI Irman Gusman karena kasus suap terkait pengurusan kuota gula impor di Sumatera Barat. Bahkan Partai Kebangkitan Bangsa melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Februari 2016 merekomendasikan agar DPD dibubarkan melalui amendemen UUD 1945, karena keberadaannya dinilai sangat terbatas dan tidak banyak berfungsi. Menurut Abdul Kadir Karding, Sekretaris Jenderal PKB menilai keberadaan DPD saat ini hanya menjadi "aksesoris" demokrasi. Peran DPD di Parlemen, hanya diikutsertakan dalam membahas Rancangan Undang-Undang yang berkaitan dengan daerah namun belum ...

Agus Yudhoyono, Antara Ken Arok dan Soeharto Menjadi Mesin Kejut Publik

Image
Masih ingatkah dengan cerita Ken Arok, seorang pengawal Raja Tunggul Ametung (istilah sekarang paspampres), lalu tak disangka menjadi seorang raja setelah "menikung" raja karena alasan mencintai sang permaisuri Ken Dedes. Alkisah, Ken Arok dengan siasat dan strateginya, memimjamkan keris empu gandring pada kawannya Kebo Ijo dengan dalih keris itu manjadi kepemilikan kebo Ijo, dengan senang Kebo Ijo memamerkan kepada khalayak umum. Malam-malam Ken Arok mencuri kembali keris yang berada di tangan kawannya itu, lalu digunakan untuk menikam sang raja.  Ken Dedes, istri raja mengetahui kejadian itu tapi ia bungkam karena ia menaruh hati juga kepada Ken Arok yang gagah dan pemberani itu, lagipula ia sebenarnya tidak suka sama suaminya karena ia dipaksa menikah dengan suami, Raja Tunggal Ametung. Lalu Ken Arok menuduh Kebo Ijo sebagai pembunuh raja karena keris yang berada di tubuh raja adalah keris kebo Ijo dan menghukuminya dengan hukuman mati. Akhirnya, Ken Arok didaulat m...

Hapus Mental Block-Mu, Jadilah Bermental Blog Bersama KOPI

Image
Foto bersama Humas kementerian Pariwisata, Bpk. M. Iqbal dan kawan blogger "Saya sudah berkali-kali menghadiri seminar ataupun workshop kejurnalistikan, tapi kenapa susah banget nulis. Terus mencoba memulai nulis tapi ideku gak muncul-muncul, susah mulainya dari mana, ngak nemu judul yang pas, ngeblenk atau ngeheng lah". Itulah fenomena yang aku alami sampai saat ini. Fenomena seperti ini adalah mental block, yaitu kondisi mental yang menghalangi atau membatasi diri ini untuk bergerak dan memulai melakukan aktifitas menulis. Menurut Wawan E. Koswandoro, Founder The Miracle Ways, mental blocks adalah hambatan secara mental atau psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari kekeliruan dalam pergaulan yang merasa kurang percaya diri atau masih malu-malu dan masih bersifat regresif. Nah, artinya dalam hal menulis mental block yang menyebabkan kita susah untuk mulai menulis dan sulit menekuni bidang kesusastraan. Kalau sudah begitu cukup sulit...

Belajar Publik Speaking, Wajib..!

Image
Sesi berselfi ria usai pelatihan publik speaking  Bagaimana Anda bisa bicara depan umum dengan penuh percaya diri tanpa grogi, tanpa harus keluar keringat dinginpun, Publik Speaking ilmunya. Bagaimana anda menjadi juru dakwah yang handal dan profesional, Publik Speaking ilmunya, dan bagaimana anda jago dalam marketting yang memasarkan produknya agar laku keras. ya lagi-lagi Publik Speaking ilmunya. Nah, sahabat TDB (TauDariBlogger), sepertinya publik speaking menjadi kebutuhan hidup dalam pergaulan sehari-hari, karena berkomunikasi dengan baik akan menunjukkan sejauh mana kualitas kita dalam kecakapan verbalnya. Apa itu publik speaking ? Publik speaking adalah pengertian simpelnya bertutur kata dengan baik, efektif dan efisien, baik audiennya satu orang atau lebih. Karena komunikasi bisa dibilang berhasil apabila informasi yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara kita. Sahabat TDB, saya bersukur sekali bisa belajar publik speaking kepada Mba Gita S...

Di IPNU Tidak Ada Ujrah Yang Ada Hanya Ajrah

Image
Muhammad Said, Caketum PP IPNU 2015-2018 Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta Muhammad Said pernah menegaskan, berjuang di IPNU jangan mengharap imbalan atau upah karena dengan niat seperti itu malah akan mempersulit diri ketika saat mengharapkannya yang datang hanya kecewa, lain halnya bila niatnya ingin membesarkan nama NU dengan berkhidmat dengan ketawadluan, menjadikan IPNU sebagai medan perjuangan yang notabene tidak mengenal lelah atau berhenti ditengah jalan, dan menghimpun segala potensi untuk sama-sama menciptakan nuansa pengkaderan dengan baik, maka semunya pasti ada manfaatnya tetapi hal itu memang tidak dirasakan langsung manfaatnya melainkan keringat perjuangan itu akan dirasakan setelah ia sudah tidak lagi berkecamuk dengan organisasi atau ia naik ke level yang lebih tinggi, dengan catatan ia dinilai mampu meberikan kontribusi baik. Inilah yang disebut feedback positif atau ajrah. dengan kata yang lebih beripnu "di IPNU tidak ada ujrah yang ad...

Nalar Islam Politik; Tinjauan Geneologis Historis

Image
Prolog Idealisme dan realitas seringkali tak menampilkan wajah yang sama. Islam cita-cita mewangi dan mengandung nilai etis yang agung, sementara Islam sejarah—sebagai manifestasi realita sesungguhnya— terkadang membuat kita terdiam, tercengang, tak percaya. Islam yang memiliki adagium abadi sebagai agama “rahmatan lil ‘alamîn” cenderung digeret ke area kepentingan pribadi, golongan dan kelompok tertentu. Politisasi agama, kalau boleh kita sebut, menjadi lembaran hitam sejarah yang seharusnya diamati secara sadar sehingga tak memberi ruang bagi generasi Islam masa kini untuk mengulangi kesalahan yang sama. Islam sejarah hanya sebagian dari fakta sejarah yang tak mungkin diabaikan, ia serupa saksi bisu peristiwa-peristiwa penting yang—sengaja maupun tidak— dilupakan oleh sebagian historian muslim karena suatu alasan, dan dicatat secara detail oleh yang lainnya. Sosio-politik, kultur dan psikologi historian tatkala menulis perlu dijadikan pijakan untuk menelisik lebih jauh menge...