Posts

Ingat Masa Jadi Komandan, Agus Lakukan Ini Dengan Pendukungnya

Image
Hujan yang mengguyur bumi Jakarta tak menyurutkan warga Jakarta Utara untuk menbanjiri Stadion Tugu menghadiri relawan yang menyumbangkan aspirasi  dukungan untuk mas Agus. Seakan tak takut sama air mereka bergembira menyambut kedatangan mas Agus dikawal seperti menyambut Jenderal yang berjasa pada negeri, begitu histerisnya. Fenomena hujan adalah hambatan bagi orang yang biasa duduk menjajakan dagangannya, menjadi alasan bagi anak SMP untuk tidak pergi sekolah, atau kadang menjadi alasan uzur bagi orang yang hendak pergi sholat Jumat. Tapi, tidak bagi pendukung setia mas Agus-Sylvi, mereka para pendukung rela hujan-hujanan, rela menderita bila sakit akibat kehujanan, atau rela dimarahin Emmaknya bajunya dikotorin. Mereka para pendukung yang terdiri dari Jaringan Santri Progresif, aliansi pelajar dan santri yang peduli pendidikan dan terus bergerak untuk kemajuan ummat. Relawan Pancasila, yang terdiri dari kaula muda yang serius mempertahankan pancasila sebagai ideologi bangs...

Hapus Mental Block-Mu, Jadilah Bermental Blog Bersama KOPI

Image
Foto bersama Humas kementerian Pariwisata, Bpk. M. Iqbal dan kawan blogger "Saya sudah berkali-kali menghadiri seminar ataupun workshop kejurnalistikan, tapi kenapa susah banget nulis. Terus mencoba memulai nulis tapi ideku gak muncul-muncul, susah mulainya dari mana, ngak nemu judul yang pas, ngeblenk atau ngeheng lah". Itulah fenomena yang aku alami sampai saat ini. Fenomena seperti ini adalah mental block, yaitu kondisi mental yang menghalangi atau membatasi diri ini untuk bergerak dan memulai melakukan aktifitas menulis. Menurut Wawan E. Koswandoro, Founder The Miracle Ways, mental blocks adalah hambatan secara mental atau psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari kekeliruan dalam pergaulan yang merasa kurang percaya diri atau masih malu-malu dan masih bersifat regresif. Nah, artinya dalam hal menulis mental block yang menyebabkan kita susah untuk mulai menulis dan sulit menekuni bidang kesusastraan. Kalau sudah begitu cukup sulit...

Belajar Publik Speaking, Wajib..!

Image
Sesi berselfi ria usai pelatihan publik speaking  Bagaimana Anda bisa bicara depan umum dengan penuh percaya diri tanpa grogi, tanpa harus keluar keringat dinginpun, Publik Speaking ilmunya. Bagaimana anda menjadi juru dakwah yang handal dan profesional, Publik Speaking ilmunya, dan bagaimana anda jago dalam marketting yang memasarkan produknya agar laku keras. ya lagi-lagi Publik Speaking ilmunya. Nah, sahabat TDB (TauDariBlogger), sepertinya publik speaking menjadi kebutuhan hidup dalam pergaulan sehari-hari, karena berkomunikasi dengan baik akan menunjukkan sejauh mana kualitas kita dalam kecakapan verbalnya. Apa itu publik speaking ? Publik speaking adalah pengertian simpelnya bertutur kata dengan baik, efektif dan efisien, baik audiennya satu orang atau lebih. Karena komunikasi bisa dibilang berhasil apabila informasi yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara kita. Sahabat TDB, saya bersukur sekali bisa belajar publik speaking kepada Mba Gita S...

Belalang Goreng Jadi Santapan Lezat Desa Morkoneng Kwanyar

Image
Suasana penjual belalang di pasar Morkonemg Madura Corner -  Belalang goreng bagi warga Desa Morkoneng, Kecamatan Kwanyar bisa jadi merupakan menu wajib yang dihidangkan sebagai lauk pauk. Rasa gurih, nikmat dan lezat semakin membuat belalang goreng laku keras di pasaran.   “Tidak lengkap rasanya kalau makan tanpa lauk belalang goreng,”ucap salah satu pembeli di pasar desa setempat, Rahman S, minggu (5/3/2016).   Belalang goreng ini sangat mudah dijumpai saat pagi hari di pasar tersebut. Apalagi, harga belalang goreng siap saji sangat pas di kantong. Yakni per satu bungkus plastik kecil hanya Rp. 3000.    Sedangkan untuk harga belalang yang belum digoreng satu kresek ukuran besar berisi 100 ekor, dijual seharga Rp 10.000. Tingginya permintaan konsumen membuat pedagang harus memburu belalang ke wilayah Sreseh, Kabupaten Sampang.   “Kami cari belalang pada malam hari. Jadi ketika pagi langsung dijual di pasar,”terang salah satu penjual bel...

Di IPNU Tidak Ada Ujrah Yang Ada Hanya Ajrah

Image
Muhammad Said, Caketum PP IPNU 2015-2018 Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta Muhammad Said pernah menegaskan, berjuang di IPNU jangan mengharap imbalan atau upah karena dengan niat seperti itu malah akan mempersulit diri ketika saat mengharapkannya yang datang hanya kecewa, lain halnya bila niatnya ingin membesarkan nama NU dengan berkhidmat dengan ketawadluan, menjadikan IPNU sebagai medan perjuangan yang notabene tidak mengenal lelah atau berhenti ditengah jalan, dan menghimpun segala potensi untuk sama-sama menciptakan nuansa pengkaderan dengan baik, maka semunya pasti ada manfaatnya tetapi hal itu memang tidak dirasakan langsung manfaatnya melainkan keringat perjuangan itu akan dirasakan setelah ia sudah tidak lagi berkecamuk dengan organisasi atau ia naik ke level yang lebih tinggi, dengan catatan ia dinilai mampu meberikan kontribusi baik. Inilah yang disebut feedback positif atau ajrah. dengan kata yang lebih beripnu "di IPNU tidak ada ujrah yang ad...

Nalar Islam Politik; Tinjauan Geneologis Historis

Image
Prolog Idealisme dan realitas seringkali tak menampilkan wajah yang sama. Islam cita-cita mewangi dan mengandung nilai etis yang agung, sementara Islam sejarah—sebagai manifestasi realita sesungguhnya— terkadang membuat kita terdiam, tercengang, tak percaya. Islam yang memiliki adagium abadi sebagai agama “rahmatan lil ‘alamîn” cenderung digeret ke area kepentingan pribadi, golongan dan kelompok tertentu. Politisasi agama, kalau boleh kita sebut, menjadi lembaran hitam sejarah yang seharusnya diamati secara sadar sehingga tak memberi ruang bagi generasi Islam masa kini untuk mengulangi kesalahan yang sama. Islam sejarah hanya sebagian dari fakta sejarah yang tak mungkin diabaikan, ia serupa saksi bisu peristiwa-peristiwa penting yang—sengaja maupun tidak— dilupakan oleh sebagian historian muslim karena suatu alasan, dan dicatat secara detail oleh yang lainnya. Sosio-politik, kultur dan psikologi historian tatkala menulis perlu dijadikan pijakan untuk menelisik lebih jauh menge...

Menyegarkan Kembali Faham Ahlussunnah Wal Jama'ah

Image
Pembuka Tarik ulur dalam memperebutkan label Ahlussunnah Wal Jama'ah (di Indonesia kemudian disingkat menjadi "Aswaja" atau "Sunni" seperti umum dipakai di dunia Arab dan orientalis) sebagai "sekte yang selamat" dalam sebuah hadis Nabi Saw., sejatinya sudah berlangsung semenjak Islam datang. Meski ketika ditelusuri, Aswaja dekade ini hanya mengerucut pada 3 sekte besar di dunia Islam. Karena ternyata yang mau secara bangga dan terang-terangan mengaku sebagai Aswaja hanya kaum teolog Asy'ari, Maturidi, dan Taimiyin (pengikut Ibn Taimiyah-Ahmad bin Hambal). Sementara Syiah lebih suka disebut sebagai Ahlul Bait, Muktazilah lebih nyaman dengan sebutan Ahlu At-Tauhid wal Adl, dan Khawarij lebih memilih nama Ahlu As-Salam dst. Sehingga internal dunia Islam ketika mendengar dan membaca terma "Aswaja" akan terlintas ketiga sekte di atas. Para orientalis pun juga demikian. [1]   Kenyataan ini memancing beragam respon dari masing-masing 3 ...